IDENTIFIKASI ISU DAN KESENJANGAN PAI PADA KONTEKS SEKOLAH, PESANTREN, DAN MASYARAKAT
Abstract
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter moral dan spiritual peserta didik di Indonesia. Dalam sistem pendidikan formal, PAI tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian pengetahuan agama, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun, implementasi PAI masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Permasalahan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam mengadopsi metode pembelajaran modern, pendekatan pembelajaran yang masih konvensional dan berorientasi pada hafalan, serta kurangnya integrasi isu-isu kontekstual dalam proses belajar. Selain itu, kesenjangan sarana dan prasarana antar sekolah turut memengaruhi kualitas pembelajaran, khususnya dalam praktik ibadah. Di era digital, akses informasi keagamaan yang tidak terfilter juga menjadi tantangan tersendiri bagi pembentukan pemahaman keagamaan yang moderat. Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif melalui peningkatan kompetensi guru, pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, pemerataan fasilitas pendidikan, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas PAI dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ari Sulistiorini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




