REKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI DIGITAL: MODEL IAT-PAI BERBASIS KEBUTUHAN DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA

Authors

  • Widodo Prasetyo Sekolah Menengah Pertama Insan Robbani Kotabumi, Indonesia

Abstract

Artikel ini menganalisis kebutuhan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks transformasi global, disrupsi digital, dan pembaruan kebijakan pendidikan nasional. Tulisan disusun melalui studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-konseptual, menggunakan regulasi, buku, dan artikel ilmiah sebagai sumber data yang dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI bertumpu pada landasan filosofis, teoretis, dan normatif yang menegaskan pentingnya pembentukan insan beriman, berakhlak, reflektif, dan adaptif. Urgensinya dipicu oleh perubahan sosial, karakteristik generasi digital, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebijakan seperti Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menawarkan model IAT-PAI (Integratif–Adaptif–Transformatif) sebagai kerangka konseptual yang menghubungkan mandat nilai, analisis kebutuhan, desain kurikulum, implementasi sistemik, dan evaluasi berkelanjutan. Model ini diharapkan memberi kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran PAI yang lebih relevan, humanis, dan berdampak.

Downloads

Published

21-04-2026

How to Cite

Prasetyo, W. (2026). REKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI DIGITAL: MODEL IAT-PAI BERBASIS KEBUTUHAN DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA. Tuladha: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 99–106. Retrieved from https://journal.nubaninstitute.org/index.php/tuladha/article/view/389

Issue

Section

Articles