REKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI DIGITAL: MODEL IAT-PAI BERBASIS KEBUTUHAN DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA
Abstract
Artikel ini menganalisis kebutuhan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks transformasi global, disrupsi digital, dan pembaruan kebijakan pendidikan nasional. Tulisan disusun melalui studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-konseptual, menggunakan regulasi, buku, dan artikel ilmiah sebagai sumber data yang dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI bertumpu pada landasan filosofis, teoretis, dan normatif yang menegaskan pentingnya pembentukan insan beriman, berakhlak, reflektif, dan adaptif. Urgensinya dipicu oleh perubahan sosial, karakteristik generasi digital, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebijakan seperti Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menawarkan model IAT-PAI (Integratif–Adaptif–Transformatif) sebagai kerangka konseptual yang menghubungkan mandat nilai, analisis kebutuhan, desain kurikulum, implementasi sistemik, dan evaluasi berkelanjutan. Model ini diharapkan memberi kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran PAI yang lebih relevan, humanis, dan berdampak.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Widodo Prasetyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




