Pelatihan Teknologi Multisensor dalam Pembelajaran Al-Qur’an bagi Siswa Tunanetra untuk Meningkatkan Keterampilan Belajar Mandiri
DOI:
https://doi.org/10.62265/swadaya.v4i2.724Keywords:
Teknologi multisensor, Al-Qur'an, tunanetra, kemandirian, inklusiAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan siswa tunanetra dalam memanfaatkan teknologi multisensor sebagai media pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memperkuat keterampilan belajar mandiri. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Cahaya Kabupaten Ngawi dengan melibatkan 15 siswa tunanetra. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif demonstrasi teknologi, praktik terbimbing, pendampingan, serta evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 5,67 pada pre-test menjadi 9,20 pada post-test. Hasil observasi menunjukkan capaian 96% pada keterampilan penggunaan teknologi, 95% pada kemandirian belajar, dan 98% pada partisipasi siswa. Pelatihan teknologi multisensor tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis siswa dalam menggunakan media pembelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan melakukan aktivitas belajar dengan tingkat bantuan yang semakin rendah. Integrasi teknologi multisensor, pembelajaran Al-Qur’an, dan pendampingan bertahap dapat menjadi pendekatan teknologi asistif dalam mendukung pendidikan Islam yang lebih aksesibel, inklusif, dan berorientasi pada kemandirian siswa tunanetra.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rosyida Nurul Anwar, Ihtiari Prastyaningrum, Dian Ratnaningtyas Afifah, Kitaro Rhama Dandi Setiawan, Adam Kusnianto, Fatikha Rizka Muntaza, Fitri Nur Jannah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












View My Stats